Reassessing Islamic Hedging Fatwa in Indonesia: Accounting, Regulation, and Market Practices

Authors

  • Rovila El Maghviroh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya image/svg+xml Author
  • Indra Suwandi Banking Practioner Author
  • Nurdina Nurdina Universitas PGRI Adi Buana Surabaya image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.22373/share.0041

Keywords:

Fatwa, Islamic Hedging, Murabahah, PSAK, Wa’d

Abstract

Exchange rate volatility remains a major challenge for businesses, including institutions operating within the Islamic financial system. In Indonesia, Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia Fatwa No. 96/DSN-MUI/IV/2015 serves as the primary reference for Sharia-compliant hedging transactions. However, concerns related to Sharia compliance, inconsistencies between regulations and market practices, and limited understanding of operational hedging mechanisms continue to hinder the development of the Islamic derivatives market. This study examines the reliability and practical applicability of the Fatwa through the perspective of PSAK Syariah, relevant regulations, and foreign exchange market practices. Using a qualitative approach, the study employs content analysis, comparative analysis, and critical analysis of the Fatwa and related accounting standards. The findings show that the Fatwa contains four hedging mechanisms: Aqd al-Tahawwuth al-Basith (ATB), al-Murakkab (ATM), and Aqd al-Tahawwuth fi Suq al-Sil’ah (ATFSS) Mechanism-1 and Mechanism-2. Among them, ATB, ATM, and ATFSS-1 are operationally capable of producing actual currency settlement, although ATFSS-1 introduces financing and operational complexities that reduce efficiency. Meanwhile, ATFSS-2 does not result in actual currency exchange because settlement occurs through netting. The study also identifies several misalignments between the Fatwa, accounting standards, financial regulations, and prevailing market practices, which may weaken the effectiveness and practical benefits of Sharia hedging transactions. This study contributes a new analytical framework for assessing the reliability and alignment of Sharia rulings with accounting governance, regulatory structures, and market realities in a dual banking environment.

ABSTRAK - Menilai Ulang Fatwa Lindung Nilai Syariah di Indonesia: Akuntansi, Regulasi, dan Praktik Pasar. Volatilitas nilai tukar masih menjadi tantangan besar bagi dunia usaha, termasuk lembaga yang beroperasi dalam sistem keuangan syariah. Di Indonesia, Fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia No. 96/DSN-MUI/IV/2015 menjadi rujukan utama transaksi lindung nilai berbasis syariah. Namun demikian, persoalan kepatuhan syariah, ketidakselarasan antara regulasi dan praktik pasar, serta keterbatasan pemahaman mengenai mekanisme lindung nilai masih menghambat perkembangan pasar derivatif syariah. Penelitian ini bertujuan menelaah keandalan dan daya terap Fatwa melalui perspektif PSAK Syariah, regulasi terkait, dan praktik pasar valuta asing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, analisis komparatif, dan analisis kritis terhadap Fatwa serta standar akuntansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa memuat empat mekanisme lindung nilai, yaitu Aqd al-Tahawwuth al-Basith (ATB), al-Murakkab (ATM), serta Aqd al-Tahawwuth fi Suq al-Sil’ah (ATFSS) Mekanisme-1 dan Mekanisme-2. ATB, ATM, dan ATFSS-1 terbukti mampu menghasilkan penyelesaian transaksi valuta asing secara nyata, meskipun ATFSS-1 menimbulkan kompleksitas pembiayaan dan operasional yang mengurangi efisiensi transaksi. Sebaliknya, ATFSS-2 tidak menghasilkan pertukaran valuta asing secara riil karena penyelesaian dilakukan melalui mekanisme netting. Penelitian ini juga menemukan adanya ketidakselarasan antara Fatwa, standar akuntansi, regulasi keuangan, dan praktik pasar yang dapat mengurangi efektivitas serta manfaat praktis transaksi lindung nilai syariah. Penelitian ini menawarkan kerangka analitis untuk menilai keselarasan fatwa syariah dengan tata kelola akuntansi, regulasi, dan praktik pasar dalam sistem perbankan ganda.

References

AAOIFI. (2017). Shari’ah standards. Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions.

Alfidyah, M. (2025). Pengaruh penerapan standar akuntansi keuangan terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan publik di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Sistem Informasi, 1(1), 1–7. http://pustakajurnal.web.id/index.php/jasi

Al Natoor, B., & Shawqi, S. (2020, June 17). Islamic derivatives increasingly necessary, but constraints remain. Fitch Ratings. https://www.fitchratings.com/research/islamic-finance/islamic-derivatives-increasingly-necessary-constraints-remain-17-06-2020

Alvi, I. A. (2019). ISDA–IIFM Islamic hedging standards (Seminar presentation). International Islamic Financial Market & Bank Indonesia. https://isef.co.id/wp-content/uploads/2019/11/ISEF_2019_ISDA-IIFM-Hedging-Standards-Ijlal-A-Alvi-IIFM.pdf

Ascarya. (2006). Akad dan produk bank syariah: Konsep dan praktik di beberapa negara. Bank Indonesia.

Awaludin, & Febrian, A. (2020). Kedudukan fatwa DSN MUI dalam transaksi keuangan pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 196–209. https://doi.org/10.30983/alhurriyah.v5i2.3366

Bacha, O. I. (1999). Derivative instruments and Islamic finance: Some thoughts for a reconsideration. International Journal of Islamic Financial Services, 1(1). https://www.researchgate.net/publication/23786773

Bakhtawar, B., Latif, F., Murschetz, P. C., & Kamal, A. (2023). Content niching of AM/FM vs. digital only audio media in Pakistan. International Journal on Media Management, 24(4), 251–274. https://doi.org/10.1080/14241277.2023.2183501

BI. (2008). Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/38/PBI/2008 tentang transaksi derivatif. Bank Indonesia.

BI. (2014). Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/16/PBI/2014 tentang transaksi valuta asing terhadap rupiah antara bank dan pihak domestik. Bank Indonesia.

BI. (2016). Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/2/PBI/2016 tentang transaksi lindung nilai berdasarkan prinsip syariah. Bank Indonesia.

BI. (2024a). Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 11 Tahun 2024. Bank Indonesia.

BI. (2024b). Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/2024 tentang pasar uang dan pasar valuta asing. Bank Indonesia.

BIS-ACC. (2022). Foreign exchange markets in Asia-Pacific. Bank for International Settlements, Asian Consultative Council

BSI (2025). Transfer valas. Bank Syariah Indonesia. https://www.bankbsi.co.id

C. T. Bauer College of Business. (2024). Foreign exchange markets (Teaching materials). University of Houston.

Cantú, C., & Chui, M. (2020). Financial market development and financial stability. BIS Papers, 113, 19–38. https://www.bis.org/publ/bppdf/bispap113_b_rh.pdf

DSN-MUI. (2002). Fatwa No. 28/DSN MUI/III/2002 tentang akad jual beli mata uang (al sharf). Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia

DSN-MUI. (2011). Fatwa No. 82/DSN MUI/VIII/2011 tentang perdagangan komoditi berdasarkan prinsip syariah. Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia

DSN-MUI. (2015). Fatwa No. 96/DSN MUI/IV/2015 tentang transaksi lindung nilai syariah. Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia

DSN-MUI. (2017). Fatwa No. 110/DSN MUI/IX/2017 tentang akad jual beli. Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia

FSB. (2021). Peer review of Indonesia. Financial Stability Board. https://www.fsb.org/uploads/P260221.pdf

Hasyim, S. (2019). Fatwas and democracy: Majelis Ulama Indonesia and rising conservatism. TRaNS, Advance online publication. https://doi.org/10.1017/trn.2019.13

Hidayati, T., Hidayatullah, M. S., Komarudin, P., & Atika, A. (2023). Digitalization of Islamic finance: Epistemological study of DSN MUI fatwa. Al Ahkam, 33(2), 255–278. https://doi.org/10.21580/ahkam.2023.33.2.17324

HKMA. (2017). Supervisory policy manual: Counterparty credit risk management (CR G 13). Hong Kong Monetary Authority.

IAI. (2020). Akuntansi keuangan syariah. Ikatan Akuntan Indonesia

IAI. (2023). SAK syariah for academics: Islamic hedging. Ikatan Akuntan Indonesia.

IAI. (2024a). PSAK 402: Akuntansi murabahah. Ikatan Akuntan Indonesia.

IAI. (2024b). PSAK 411: Akuntansi wa‘d. Ikatan Akuntan Indonesia.

IAI. (2025). PSAK 401: Penyajian laporan keuangan syariah. Ikatan Akuntan Indonesia.

IFSA. (2013). Islamic Financial Services Act 2013 (Act 759). Government of Malaysia

IFSB. (2024). Islamic financial services industry stability report. Islamic Financial Services Board.

Intrac. (2017). Qualitative comparative analysis (QCA). Intrac for Civil Society.

Juma, M. A. A. M. S. (2018). The operational framework of Islamic derivatives. International Journal of Economics, Business and Management Research, 2(2), 213–223.

Komarudin, P., & Hidayatullah, M. S. (2021). Analisis qiyas transaksi tawarruq. Nukhbatul ‘Ulum, 7(1), 59–79. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v7i1.317

Lubis, N. R., Balqis, T., & Nurlaila. (2023). Peran PSAK syariah dalam meningkatkan kualitas penyajian laporan keuangan. Masharif al Syariah, 8(2), 1145–1154.

Majka, M. (2024). Understanding hedging: Strategies, benefits, and risks. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/383786278

Mihalescu, M. (2019). Content analysis: A digital method. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/333756046_Content_analysis

Mikou, S., et al. (2024). Liquidity risk management in Islamic banks. European Journal of Management and Business Studies, 29, 56–73. https://doi.org/10.32038/mbrq.2024.29.04

Mogashoa, T. (2014). Understanding critical discourse analysis. International Journal of Humanities Social Sciences and Education, 1(7), 104–113. https://www.arcjournals.org/ article/9921

Moosa, R. (2023). An overview of Islamic accounting: The murabaha contract. Journal of Risk and Financial Management, 16(7), 335. https://doi.org/10.3390/jrfm16070335

Muhtadi, Rodoni, A., & Amelia, E. (2023). Implementasi penggunaan lindung nilai (hedging) syariah untuk menghadapi ketidakpastian di Indonesia. Jurnal Niara, 16(1), 46–55. https://doi.org/10.31849/niara.v16i1.13932

Nafis, M. C. (2023). Kedudukan MUI dalam perundang undangan. Paper presented at Workshop Pra Ijtima’ Sanawi (Annual Meeting) DPS VIII, 7 September 2023.

OCBC Bank. (2023). Pasar valuta asing: Fungsi, pelaku, jenis, dan contohnya. https://www.ocbc.id/id/article/2022/12/28/pasar-valuta-asing-adalah

OJK. (2023). Pedoman produk pembiayaan murabahah perbankan syariah. https://ojk.go.id/id/kanal/syariah/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Pedoman-Produk-Pembiayaan-Murabahah.aspx

Oranga, J., & Matere, A. (2023). Qualitative research: Essence, types, and advantages. Open Access Library Journal, 10, e11001. https://doi.org/10.4236/oalib.1111001

Purba, I. E., Simaremare, R., Harefa, H. J., Siburian, S., & Aruan, H. M. G. P. (2025). Standar akuntansi keuangan di Indonesia. Economics and Digital Business Review, 6(2), 1636–1643. https://doi.org/10.37531/ecotal.v6i2.2725

Salahuddin, M. (2017). Konsep maqashid syariah dalam fatwa ekonomi DSN MUI. LP2M UIN Mataram.

Sari, N., Ibrahim, A., Muzammil, M., & Muksal, M. (2024). Managing financing risk of Islamic banking products in Indonesia: A value at risk approach. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 24(1), 213–240. https://doi.org/10.22373/jiif.v24i1.17693

Shabri, H. (2022). Eksplorasi transaksi derivatif dalam keuangan Islam. Al Bank: Journal of Islamic Banking and Finance, 2(2), 129–138. http://ojs.iainbatusangkar.ac.id/ojs/ index.php/Albank

Shenton, K. A. (2004). Strategies for ensuring trustworthiness in qualitative research projects. Education for Information, 22, 63–75. https://doi.org/10.3233/EFI-2004-22201

Shofawati, A. (2014). Murabahah financing in Islamic banking: Case study in Indonesia. In Proceedings of the 5th Asia Pacific Business Research Conference (pp. xx–xx). Kuala Lumpur, Malaysia. https://www.isfin.net/sites/isfin.com/files/murabahah_financing_in_ islamic_banking-case_study in_indonesia.pdf

Siregar, R. Y., & Ronaldo, R. R. (2023). Indonesia’s exchange rate: Fundamental value & path (Economic Bulletin, Issue 34). IFG Progress Financial Group. https://ifgprogress.id/wp-content/uploads/2023/09/Economic-Bulletin-Issue-34-Indonesias-Equilibrium-Exchange-Rate-Discovering-Rupiahs-Fundamental-Value.pdf

Wybieralski, P. (2023). Pre settlement risk limits in OTC derivatives markets. Annales Universitatis Mariae Curie Skłodowska, Sectio H, 57(1), 219–235.

XE.com. (2025). US dollar to Indonesian rupiah exchange rate chart. https://www.xe.com/currencycharts/?from=USD&to=IDR&view=10Y

Yin, R. K. (2016). Qualitative research from start to finish (2nd ed.). Guilford Press.

Zahan, M., & Kenett, R. S. (2012). Hedging instruments in conventional and Islamic finance. Electronic Journal of Applied Statistical Analysis, 3(1), 59–74.

Downloads

Published

11.05.2026

How to Cite

Maghviroh, R. E., Suwandi, I., & Nurdina, N. (2026). Reassessing Islamic Hedging Fatwa in Indonesia: Accounting, Regulation, and Market Practices. Share: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 15(1), 173-197. https://doi.org/10.22373/share.0041

Similar Articles

11-20 of 21

You may also start an advanced similarity search for this article.