PENGALAMAN GURU DALAM MELAKUKAN ASSESMEN KOGNITIF PADA ANAK DENGAN DYSLEXIA
DOI:
https://doi.org/10.22373/jim.0001Keywords:
Asesmen kognitif; disleksia; pengalaman guru; pendidikan khusus; Sekolah Luar Biasa (SLB)Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam melakukan asesmen kognitif pada anak dengan Disleksia di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk memahami secara mendalam praktik asesmen yang dilakukan guru dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Partisipan penelitian terdiri dari tiga guru yang memiliki pengalaman langsung dalam mengajar dan melakukan asesmen terhadap siswa dengan disleksia. Pemilihan partisipan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kognitif dipahami guru sebagai proses berkelanjutan yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran melalui observasi, analisis kesalahan membaca, serta pengamatan terhadap perhatian dan pemrosesan informasi siswa. Guru menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan instrumen asesmen terstandar, minimnya pelatihan profesional, keterbatasan waktu, serta kesulitan dalam mengkomunikasikan hasil asesmen kepada orang tua. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru mengembangkan berbagai strategi adaptif seperti observasi berulang, modifikasi tugas pembelajaran, serta kolaborasi dengan rekan sejawat. Hasil asesmen kemudian dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan pembelajaran individual dan komunikasi dengan orang tua untuk mendukung perkembangan belajar anak




