Formulasi dan Uji Organoleptik Teh Herbal Berbahan Dasar Daun Pegagan dan Daun Stevia
DOI:
https://doi.org/10.22373/gefdms46Keywords:
teh herbal, daun pegagan, daun stevia, uji organoleptik, bahan alamiAbstract
Penelitian ini membahas formulasi dan uji organoleptik teh herbal berbahan dasar daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dengan penambahan daun stevia (Stevia rebaudiana) sebagai pemanis alami. Latar belakang penelitian didasarkan pada pemanfaatan tanaman herbal sebagai bahan minuman dan kebutuhan terhadap produk teh yang praktis, memiliki cita rasa yang dapat diterima, serta memanfaatkan bahan alam. Daun pegagan dikenal mengandung senyawa bioaktif, sedangkan stevia digunakan untuk memberikan rasa manis dan membantu mengurangi rasa sepat pada pegagan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan penambahan bubuk stevia, yaitu 0%, 5%, 15%, 25%, dan 35%, dengan empat kali ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Data organoleptik diamati berdasarkan aroma, rasa, dan warna. Berdasarkan data penelitian yang dilaporkan, tingkat penerimaan panelis terhadap aroma mencapai 74%, rasa 72%, dan warna 80%. Warna memperoleh persentase tertinggi, sedangkan rasa menjadi aspek yang masih perlu diperhatikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa formulasi teh pegagan dengan penambahan stevia berpotensi dikembangkan sebagai produk teh herbal, dengan perhatian lebih lanjut pada penentuan proporsi stevia yang menghasilkan keseimbangan rasa, aroma, dan warna. Temuan penelitian ini juga dibandingkan dengan penelitian terdahulu mengenai teh herbal, stevia, pegagan, dan uji organoleptik.



